My Words' Journey

Mengajarkan Cinta Buku Pada Anak

12 Sep 2013 - 22:59 WIB

Saat orang tua memiliki kegemaran membaca, anak akan memiliki potensi menirukan kegemaran tersebut. Secara tidak langsung, orang tua telah mengajarkan cinta buku pada anak. Hal ini telah pernah saya tulis di artikel ini.

Namun yang perlu diperhatikan pula, cinta pada buku ini tidak hanya sekedar gemar membaca buku. Beberapa hal teknis yang berkaitan dengan cinta buku itu antara lain :

  1. Menyimpan buku pada rak khusus
  2. Membersihkan rak buku itu secara berkala, paling tidak seminggu sekali agar debu tidak menempel terlalu tebal saat dibersihkan.
  3. Setiap buku yang dimiliki alangkah baiknya disampul plastik untuk menghindari kerusakan cover buku secara dini.
  4. Tidak makan sambil membaca buku, hal ini potensial meninggalkan berbagai kotoran pada buku.

Hal itu pula yang telah saya coba terapkan pada putri sulung saya, yang kebetulan memang memiliki minat baca yang luar biasa. Dia bahkan telah memiliki rak buku sendiri untuk menyimpan buku-buku koleksinya. Kebanyakan sih novel anak-anak, untuk koleksi ensiklopedia masih ikut di rak buku keluarga.

Masih ada beberapa hal yang perlu untuk terus diingatkan dalam kaitannya dengan cinta buku pada anak ini. Seperti yang terjadi pada anak saya, kelalaian berikut ini masih sering dilakukannya :

  1. Meletakkan buku sembarangan setelah membaca.
  2. Membawa buku bacaan ke tempat tidur. Alhasil saat jatuh tertidur, buku yang dibawanya akan tergilas-gilas tanpa disadari.
  3. Membaca sambil tiduran, ini akan berakibat buruk pada kesehatan mata.
  4. Sering meletakkan buku menelungkup dengan posisi terbuka pada halaman tertentu. Hal ini bisa menyebabkan buku tersebut melengkung di satu sisi, bahkan bisa saja jilidannya robek.
  5. Melipat ujung buku pada halaman tertentu untuk menandai sampai dimana bacaannya.

Sebagai orang tua, salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah kelima hal tersebut di atas selain terus menerus menegur adalah memberikan contoh secara nyata. Saya masih sering melihat orang-orang dewasa yang melipat ujung buku untuk penanda halaman yang sedang dibacanya. Ini sungguh tidak ‘berperikebukuan’. Pamali banget tuh bagi mereka para pecinta buku.

Untuk mencegah hal tersebut, sediakan beberapa pembatas buku yang siap digunakan kapan pun kita akan mulai membaca. Biasanya sih pada banyak produk buku terbaru, pembatas buku sudah disediakan. Namun bila tidak ada, kita bisa membuat sendiri, baik itu secara sederhana maupun yang istimewa.

Beberapa jenis pembatas buku yang bisa diterapkan pada koleksi buku kita :

pembatas buku dari kertas origami

pembatas buku dari karton putih

pembatas buku dari karton putih

pembatas buku dari flanel

pembatas buku dari flanel

pembatas buku dari kulit

pembatas buku dari kulit

pembatas dari kertas yang dilaminating

pembatas dari kertas yang dilaminating

pembatas buku dari rajut

pembatas buku dari rajut

Itu tadi beberapa ide untuk pembatas buku agar kita tak lagi melakukan pelipatan pada ujung buku sebagai usaha untuk mencintainya. Silakan mau pilih yang mana. Membuat sendiri bisa, membeli pun juga gampang saja. Pembatas buku / bookmark seperti contoh-contoh di atas banyak tersedia di toko buku maupun online shop. Harganya pun terjangkau.

Jadi tak ada alasan untuk tidak mengajarkan cinta buku pada anak kan ? Mari kita mulai dari diri kita sendiri dulu.


TAGS   #30HariNonStopNgeblog / membaca / baca buku / cinta buku / buku / merawat buku / parenting /


Blog Owner

Uniek Kaswarganti
uniek_s@yahoo.com

Recent Post

Recent Comments

Archive