My Words' Journey

Kisah Romantis Ayah dan Ibu

14 Sep 2013 - 21:48 WIB

Romantis = rokok - mangan - gratis? Ngawur saja :D Dari salah satu pendefinisian yang kudapatkan, romantis itu bersifat seperti dalam roman (percintaan); bersifat mesra ; mengasyikkan. Yang menjadi pertanyaan, mengapa tiba-tiba ngomongin romantis ya?

Tak lain dan tak bukan ini semua gara-gara pertanyaan si sulung yang menanyakan apa arti pacaran? Wah berat nih, harus jawab apa ya yang mudah dipahami oleh anak berusia 9 tahun. Masalahnya menurut beberapa pendapat, pacaran itu tidak diperbolehkan dalam agama. Maunya jawab begitu sih pada si sulung. Tapi keburu dia menunjuk pada sebuah gambar yang nangkring manis di album foto pribadiku, yang entah telah berapa lama tersimpan di rak berdebu. Bisa-bisanya dia mendapatkan foto itu ;)

f637ae657189b67631f994fd92b198ee_pizap-ber2

Ah, Nak, kau jadi mengingatkan pada kisah romantis ayah dan ibu jaman baheula, jaman dimana kami berdua masih gemar berpetualang. Kadang-kadang melakukan pendakian di gunung, penelusuran gua di berbagai lubang bumi, latihan arung jeram, pemanjatan tebing ataupun mencoba scuba bersama-sama dengan kawan-kawan seperjuangan.

Tau nggak Nak, meskipun ayah dan ibu tak pernah bilang ailapyu ailapyu-an, kami berdua saling care lho. Delapan kali ulang tahun ibu dan ayah yang hanya berjarak 1 hari selalu kami hiasi dengan ungkapan cinta melalui berbagai kado sederhana namun penuh arti. Hah, delapan kali ulang tahun? Iya Nak, karena setelah delapan tahun saling mengenal, ayah dan ibu baru berani memutuskan untuk menikah. Payah ya?

b1d4f4fd131a95bbb4b088cde5a21d2f_pizap-ber2-2

Sebenarnya kalau mau pergi berdua-duaan saja banyak kesempatan Nak selama ayah dan ibu berpetualang itu. Tapi demi tegaknya iman petualang muda (cieee cieee…), kami selalu pergi beramai-ramai dengan teman. Seperti foto di atas itu, saat ayah dan ibu berhasil sampai di puncak Mahameru bersama dengan Om Zaenal dan Om Unu. Keren kan Nak, romantisme dalam petualangan alam bebas ini ceritanya ;)

Kami berdua saling mendukung Nak, meskipun tak pernah mengekang kebebasan masing-masing. Meskipun pacaran, ayah dan ibu tetap pergi dengan siapa pun yang kami suka. Tak melulu harus berdua terus karena kata Utimu saat berduaan itu pasti akan ada pihak ketiga yang mengikuti. Siapa itu? Itu si setan Nak, yang akan menggoda ayah dan ibu untuk melakukan perbuatan-perbuatan terlarang. Ngeri ya…

Saat ayah dan ibu terpaksa lama menyelesaikan kuliah, kami berdua akhirnya sepakat untuk mengurangi frekuensi petualangan, Nak. Sudah waktunya kami memikirkan masa depan. Ayahmu yang ibu paksa untuk memangkas rambut gondrongnya menjelang skripsi, berhasil lulus lebih dulu. Sedangkan ibu baru lulus setahun kemudian. Setelah lulus ayah dan ibu belum bisa segera menikah, Sayang. Kami belum mendapatkan pekerjaan.

Setelah mendapatkan pekerjaan pun, niat menikah itu belum juga terlaksana. Ibu bekerja jauh di kota Madiun, sedangkan ayahmu masih tetap tinggal di Semarang. Wah, pacaran jarak jauh alias long distance relationship (LDR) ternyata nggak enak. Boros ongkos perjalanan Madiun-Semarang pp. Belum lagi sengsaranya ibu karena dulu di kos-kosan ibu teleponnya ada di kamar ibu kos. Padahal ayahmu bisanya telpon ya malam hari saat biaya panggilan mungkin lebih murah. Ibu harus menerima telpon ayahmu setelah ibu kos memanggil dengan pasang tampang jutek. Pastinya merasa terganggu ya. Maklum ibu kos itu sudah tua, Nak. Mungkin kaget mendengarkan dering telpon di atas jam sepuluh malam. Salah dia sendiri ya Nak, kenapa telponnya tak ditaruh di luar ruangan. Nelangsa sekali deh saat belum ada yang namanya handphone. Sekarang sih enak ya, tinggal sms-an. Mau lebih asyik ada software Line, WeChat, Kakao, Whatsapp dan lain sebagainya. Jaman dulu? beuuuhh…boro-boro, Nak :(

Namun perjuangan yang harus kami lampaui tak sia-sia. Delapan tahun masa pengenalan itu ayah dan ibu tak pernah mengenal yang namanya putus nyambung. Ya cuma ayahmu yang selalu ada di hati ibu. Entahlah, apakah ayahmu juga merasakan itu. Bagi ibu apa yang dirasakan ayahmu tak penting lagi. Yang penting ayahmu berani melamar ibu. Yes, akhirnya ayah dan ibumu ini menikah Nak setelah delapan tahun saling berkirim pesan romantis yang tak terucap.

2544280155b281d0751a5c40a0ff78d1_pizap-menikah

Hari Minggu tanggal 28 September 2003 kami menikah Nak. Tanggal pernikahan yang ibu pilih sendiri tanpa ada perhitungan ribet tentang hari baik maupun tanggal keramat. Ibu yakin Allah menciptakan semua hari itu pasti mengandung kebaikan. Ibu pilih tanggal itu biar mudah diingat saja. Tanggal itu tepat sehari sebelum ulang tahun ibu dan dua hari sebelum ulang tahun ayahmu. Jadi gampang kan, tiga hari spesial untuk ayah dan ibu yang akan selalu dikenang bersama. ;)

Meskipun sederhana resepsinya, namun itu tak mengurangi makna bersatunya cinta ayah dan ibu. Oya, ibu jadi ingat, berarti sebentar lagi ayah dan ibu akan memasuki tahun kesepuluh pernikahan ya Nak. Apa sih hadiah terindah selama ini yang kami terima dari tahun-tahun pernikahan yang telah lewat?

Ayah dan ibu tak pernah saling meminta hadiah saat tiba hari ulang tahun pernikahan. Tidak seperti dahulu saat pacaran, selalu saling bertukar kado, yang bila diingat saat ini terasa menggelikan. ABG banget gitu kesannya. Saat ini kehadiranmu dan adekmu sudah merupakan anugerah luar biasa yang tak bisa tertandingi oleh kado semahal apa pun di dunia.

Terima kasih Ya Allah, atas kesempatan yang telah Engkau berikan bagiku untuk mendapatkan sepercik kisah romantis di masa lalu. Juga untuk segala rahmat yang terus Engkau limpahkan padaku dan keluarga kecilku hingga saat ini.

e840c1346703eb6c92a5bdda9dbaf9a9_pizap-ber4

Terima kasih anakku sayang, berkat pertanyaanmu tentang arti pacaran, jadi teringat kembali akan kisah romantis ayah dan ibu. Yang tak mudah namun penuh barokah. Semoga dengan mengingat kembali cerita ini, ibu bisa membimbingmu dengan benar di saat kau memasuki usia remaja nanti. Agar kau tak salah jalan dan menemukan kebahagiaan seperti yang ayah dan ibu temukan hingga hari ini. I love you so much, my dear daughter, as much as my love for your dad and your little brother :)


TAGS   #30HariNonStopNgeblog / romantis / cerita romantis /


Blog Owner

Uniek Kaswarganti
uniek_s@yahoo.com

Recent Post

Recent Comments

Archive