My Words' Journey

Benci Sama Blogdetik

15 Sep 2013 - 21:34 WIB

1072090d4bc35b4fca01f5dbdba64e6d_nonstopngeblogBener lho, aku benci sama Blogdetik. Mau tau ceritanya? Ini nih sumber kebencian yang kiranya telah meng-akut? *boso opo meneh kuwi :D

Terus terang aku baru mulai ngeblog sekitar satu tahun yang lalu. Sebenarnya sudah tau lama sih tentang blog. Bahkan beberapa temanku yang aktif bergerak di LSM maupun jurnalis menuangkan ide-ide mereka dalam blog. Sempat baca tulisan mereka namun kurang konsentrasi rupanya. Pikirku ngapain sih mereka nulis-nulis kayak gitu. Apa gunanya? Siapa pula yang baca?

Baru mulai ‘ngeh’ dan mencoba untuk membuat blog di pertengahan 2012 saat teman-teman di grup Ibu Ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang mengajariku. Ada beberapa event menulis yang informasinya berasal dari blog, entah itu blog penerbit ataupun blog para penulis. Nah baru deh otak-atik blog, mencoba belajar secara otodidak.

Pertama kali punya blog berplatform Wordpress. Berhubung gapteknya masih super akut, malah jadi pening sendiri. Menunya bikin kliyengan. Sepertinya ini karena human error deh, wong nyatanya pengguna Wordpress juga bejibun gitu :D Ganti deh akhirnya pake blogspot, ternyata lumayan cocok. Namanya juga masih belajar, blog pun isinya ‘tunggang langgang’, kebanyakan digunakan untuk mengikuti kontes blog maupun berbagai giveaway dari sobat-sobat blogger.

Saking bingungnya buka blog dimana-mana, baru inget kalau sebenarnya aku pun sudah pernah nulis di Blogdetik sejak 13 Juli 2012 saat sedang gundah gulana menghadapi dunia jual beli online. Tulisannya bisa ditengok di sini, dimana aku sebagai penjual online justru terkesiap oleh kejudesan penjual online yang lain. Yah biasa, emak-emak memang sukanya curhat melulu ya di blog :D

Nah, baru mulai rada tematik ya pas ada event Ramadhan bulan Juli 2013 yang lalu. Melalui #ngaBlogburit aku merasa diarahkan oleh Blogdetik untuk membuat postingan yang bermanfaat. Meskipun gara-gara ada embel-embel hadiah duit gopekjing, namun kuakui event ini membuatku makin banyak membaca untuk mengumpulkan bahan-bahan tulisan. Walau tak ada satu pun tulisanku yang mendapatkan hadiah uang, lumayan juga saat postinganku tanggal 22 Juli 2012 mendapatkan hadiah hiburan saat Blogdetik bekerja sama dengan Garda Oto. Pengumumannya ada di sini nih. Namun sampe kini hadiahnya belum nyampe juga, berasa di PHP-in deh. Tepati janjimu dong Blogdetik / Garda Oto, kan alamatku sudah kukirim via email sesuai permintaan :(

Terus ada lagi nih #30HariNonStopNgeblog dari Blogdetik yang kusambut dengan sukacita. Kini semuanya berakhir dengan kebencian manakala kuingat :

  • #30HariNonStopNgeblog lah yang memulai semua keindahan lika-liku menulis, namun dia juga lah yang mengakhirinya.
  • #30HariNonStopNgeblog membuatku punya rutinitas baru, curi-curi waktu di kantor untuk menulis, ataupun memaksa mata melek jelang tengah malam setelah anak-anak tertidur demi sepotong artikel. Tapi mulai besok aku sudah tak akan merasakannya lagi. Gimana enggak benci coba?
  • #30HariNonStopNgeblog lah yang mentautkan aku dengan beberapa blogger yang gemar kejar deadline ;) Ternyata aku tak sendiri, yessss… aku tak sendiri. Namun apakah besok aku masih bisa chat dengan mereka. Toh tak ada deadline lagi yang dikejar. Sedihnya :(
  • #30HariNonStopNgeblog telah membuktikan padaku bahwa mengalahkan diri sendiri itu tidak mustahil. Mengalahkan segala kemalasan penuh alasan saat harus menulis. Mengalahkan semua perasaan yang selalu mengatakan kita tidak bisa. Ternyata bisa loh menulis di blog secara non stop. Benci banget saat harus kuakui, aku tak bisa mengalahkan perasaanku yang sedih tatkala #30HariNonStopNgeblog ini harus berakhir. Benciiii……

1072090d4bc35b4fca01f5dbdba64e6d_nonstopngeblog

Jadi wajar kan bila akhirnya aku benci sama Blogdetik. Tawaran manis menulis secara nonstop dalam #30HariNonStopNgeblog besok sudah berakhir. Tak akan lagi ada hiruk pikuk seperti yang kurasakan dalam sebulan ini. Sungguh tega kau Blogdetik ;)

Meskipun semuanya terasa mengasyikkan, ada beberapa kesalahan yang dilakukan oleh Blogdetik yang telah secara ikhlas kumaafkan :

  1. Ya itu tadi, wong Blogdetik sendiri yang mulai event menulis ini, masih asyik-asyiknya malah sudah dihentikan. Dimaafkan.
  2. Hingga event #30HariNonStopNgeblog ini berakhir, tak satu pun tulisanku yang jadi Headline. Dimaafkan. Kan memang tulisanku masih begitu-begitu saja. :D
  3. Saat punya waktu untuk bikin postingan di waktu senggang, eh malah buka Dasbor saja tak bisa. Gimana dong? Tetap dimaafkan, tentu ini akibat pengguna yang luar biasa antusias untuk submit postingannya.

Aku pun mohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak Blogdetik, Dblogger plus adminnya, para juri maupun para peserta #30HariNonStopNgeblog semuanya :

  1. Tulisanku mungkin belum membuat kalian terpikat, mohon dimaklumi aku hanya mampu mengangkat berbagai tema tetap dalam koridor pengetahuan dan pengalamanku sebagai seorang ibu. Selama sebulan penuh mengikuti #30HariNonStopNgeblog aku sudah mencoba konsisten untuk membuat postingan tetap dalam satu tema besar : Ibu dan dunia Blogger. Ini hanya untuk menunjukkan bahwa ibu-ibu pun tetap bisa berkontribusi melalui tulisannya di blog, seringan apapun wacana yang diusungnya.
  2. Bagi admin, mohon maaf bila aku pernah rewel masalah Retweet. Kirain kalau tak di-RT berarti tidak sah :) Bener-bener lugu ya, padahal kan sudah kirim via email juga untuk keabsahannya. Mohon dimaklumi ya, emak-emak gaptek ini. :D
  3. Untuk teman-teman sesama peserta #30HariNonStopNgeblog maapkan aku ya bila suka memaksa-maksa untuk membaca dan memberikan komen di postinganku. Itu semata-mata agar ada bukti bahwa aku punya banyak teman *ups

Jadi sekarang sudah paham kan kenapa aku benci sama Blogdetik? BenCi means Benar-benar Cinta ;) See you soon in other event Blogdetik, semoga sukses dan jaya dalam memajukan dunia blogging.


TAGS   #30HariNonStopNgeblog / blog contest / blogdetik /


Blog Owner

Uniek Kaswarganti
uniek_s@yahoo.com

Recent Post

Recent Comments

Archive